Sistem Identifikasi Minat Bakat dan Gaya Belajar Siswa Menggunakan Metode Forward Chaining Pada SMP 6 Negeri Babelan
Abstract
Pemilihan jenjang pendidikan lanjutan merupakan langkah krusial bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam mengembangkan potensi diri dan menentukan arah pendidikan di masa depan. Namun, proses identifikasi minat, bakat, dan gaya belajar siswa di SMP Negeri 6 Babelan masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu relatif lama dan belum mampu menjangkau seluruh siswa secara efektif. Selain itu, kurangnya pemahaman terhadap potensi diri dapat menyebabkan siswa memilih pendidikan lanjutan karena pengaruh lingkungan sekitar atau fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar berbasis web yang mampu mengidentifikasi minat, bakat, dan gaya belajar siswa dengan menerapkan metode Forward Chaining sebagai mesin inferensi. Sistem dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dengan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh melalui wawancara dengan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta psikolog sebagai pakar. Data yang digunakan meliputi nilai mata pelajaran sebagai indikator minat, pilihan kegiatan sebagai indikator bakat, serta hasil pengisian instrumen gaya belajar yang dikelompokkan ke dalam kategori Visual, Auditorial, dan Kinestetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi minat, bakat, dan gaya belajar siswa serta memberikan rekomendasi pendidikan lanjutan berupa SMA, SMK, atau MA berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. Pengujian alfa menunjukkan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai rancangan, sedangkan pengujian beta melalui kuesioner kepada satu Guru BK dan 20 siswa kelas VIII menunjukkan respons positif dan penerimaan pengguna terhadap sistem sebagai alat bantu layanan Bimbingan dan Konseling.
Kata Kunci: Bimbingan Konseling; Forward Chaining; Gaya Belajar; Minat Bakat; Pendidikan Lanjutan; Sistem Pakar;
References
Z. Ulya, “Konsep dan Implementasi Pendidikan Keagamaan Nonformal : Analisis Terhadap Pasal 52 RUU Sisdiknas Versi Agustus 2022,” vol. 1, no. 1, hal. 1–10, 2026.
M. Nurlaila, S. R. Natsir, dan N. E. Eka, “Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang Pentingnya Pendidikan Anak untuk Mengatasi Angka Putus Sekolah,” vol. 5, no. 1, 2026, doi: 10.35960/pimas.v1i2.2208.
M. Ahbab, U. P. Indonesia, U. P. Indonesia, S. Rahayu, dan U. P. Indonesia, “FEAR OF MISSING OUT ( FOMO ) DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA SEBAGAI FAKTOR DALAM HIGHER EDUCATION CHOICE,” vol. 9, no. 2, hal. 96–124, 2025.
F. N. Aulia, “Sistem Pakar Dalam Menentukan Minat Dan Bakat Siswa Menggunakan Metode Forward Chaining,” Multidiscip. Appl. Quantum Inf. Sci., vol. 2, no. 1, hal. 62-68q, 2022.
A. Pribadi, Maulana, “Sistem pakar pemilihan jurusan sma (ipa dan ips),” vol. 8, no. 3, hal. 4070–4077, 2024.
A. N. Lorenza, R. Alamsyah, dan I. J. Tarigan, “PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA NILAI SISWA BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE RAD ( STUDI KASUS : SMP SWASTA USIA TAMA ),” vol. XIV, no. 1, hal. 43–50, 2025.
M. Rad, S. Informasi, I. Sains, dan A. Luhur, “Pengembangan Sistem Informasi Usulan Kegiatan Satuan Pendidikan Berbasis Web Menggunakan,” vol. 15, 2026.
R. Larasaty dan P. T. Prasetyaningrum, “Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Kecemasan Pada Difabel Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Web,” J. Comput. Inf. Syst. Ampera, vol. 5, no. 3, hal. 2775–2496, 2024.
G. S. Nasution, “Jurnal Sistim Informasi dan Teknologi Sistem Pakar dalam Mendiagnosis Hama Blas dan Kresek pada Tanaman Padi Menggunakan Metode Forward Chaining,” vol. 4, hal. 6–9, 2022, doi: 10.37034/jsisfotek.v4i4.144.
G. Setiawan, G. S. Budi, U. A. Yogyakarta, S. Pakar, M. Inferensi, dan F. Chaining, “Dike : Jurnal Ilmu Multidisiplin,” vol. 1, no. 1, hal. 44–48, 2023.
Copyright (c) 2026 Nurul Aliyah, Ari Nurul Alfian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











